Jakarta Mediasangmuslim.com - Pernyatan Sikap GNPF MUI :
AHOK HARUS DITAHAN KARENA :
1. Sudah dinyatakan sebagai TERSANGKA dengan ancaman 5 TAHUN PENJARA sesuai Pasal 156a KUHP.
2. Berpotensi MELARIKAN DIRI walau sudah DICEKAL Mabes Polri.
3. Berpotensi HILANGKAN BARANG BUKTI lainnya, selain yang sudah disita POLRI, termasuk perangkat rekaman resmi Pemprov DKI Jkt yang berada di bawah wewenangnya.
4. Berpotensi MENGULANGI PERBUATAN sesuai dengan sikap AROGANNYA selama ini yang suka mencaci dan menghina Ulama dan Umat Islam, spt pernyataannya pada hari yang sama dirinya dinyatakan sebagai tersangka Rabu 16 November 2016 di BBC News yang menyatakan bahwa peserta Aksi Bela islam 411 dibayar per orang Rp.500 ribu.
5. Pelanggarannya terhadap HUKUM telah membuat HEBOH NASIONAL & INTERNASIONAL yang BERDAMPAK LUAS, serta telah menyebabkan jatuhnya KORBAN luka mau pun meninggal dunia, bahkan berpotensi PECAH BELAH Bangsa dan Negara Indonesia.
6. Selama ini semua TERSANGKA yang terkait Pasal 156a KUHP langsung DITAHAN, seperti Kasus Ariswendo, Lia Aminuddin, Yusman Roy, Ahmad Musadeq, dsb, sehingga tidak ditahannya Ahok setelah dinyatakan sebagai Tersangka terkait Pasal 156a KUHP menjadi preseden buruk bagi Penegakan Hukum.
Karenanya :
JIKA AHOK TIDAK DITAHAN
MAKA GNPF MUI AKAN GELAR :
AKSI BELA ISLAM III
2 DESEMBER 2016
JUM'AT KUBRO & MAULID AKBAR
AKSI DAMAI & DOA UNTUK NEGERI
Shalat Jum'at & Istighotsah di sepanjang Jalan Protokol Sudirman - Thamrin
ULAMA & UMAT ISLAM TETAP BERSATU RAPATKAN BARISAN
WASPADA PENGGEMBOSAN DAN ADU DOMBA
IKHLASKAN NIAT & BULATKAN TEKAD
Wallaahul Musta'aan
Sumber:
http://www.habibrizieq.com/2016/11/pernyataan-sikap-gnpf-mui.html
Jakarta Mediasangmuslim.com - Aksi Bela Islam III, Resmi tgl 2 Desember 2016
Hasil Conference GNPF MUI di Jakarta:
1. Kita bukan tidak bersyukur dengan status Ahok tersangka, kalau Ahok tidak ditahan, kita harus tetap turun.
#aksibelaIslam
2. Para ulama minta waktunya jangan di bulan Safar.
3. Turun tetap hari Jumat, jumatan dari Semanggi-Istana Negara.
4. Aksi kita berjudul Aksi Bela Islam Jilid 3 Super Damai.
5. Siapkan stamina antum semua...kita akan tetap turun di tanggal 2 Desember 👊
6. Buruh siap turun dan jadi aksi mogok nasional.
7. Terkait isu rush money itu bukan didalangi oleh GNFP-MUI. Tapi kita tidak akan menghalangi, silahkan saja.
8. Terkait aksi tanggal 25 November 2016 kami persilahkan untuk tetap aksi, tapi GNPF akan fokus menyiapkan aksi tanggal 2 Desember.
9. Aksi ke depan akan sangat rawan provokasi.
11. Kita jangan terbawa setting mereka.
10. Oknum penguasa yang tidak suka Islam akan memanfaatkan aksi besok kalau terjadi chaos akan menggulung seluruh habitat umat Islam.
12. Aksi kemarin selama 3 hari aparat menghabiskan biaya pengamanan 30 milyar.
14. aksi harus damai.
13. Di tubuh pemerintah pecah tapi tidak berani. Anti islam dan yang memiliki agenda sendiri.
15. Kita sedang ditarbiyah oleh Allah untuk bersabar dalam perjuangan.
16. GNPF terdiri dari seluruh ormas : FPI Mathlaul Anwar, PUI, HMI DIPO dan MPO Bersatu, Pemuda PUI, Sulawesi Bersatu, forum RT/RW se-DKI Jakarta dll.
17. Karena ini adalah aksi super damai, maka harus dicerminkan dalam orasi dan yel yel.
18. Acara tgl 2 Desember kita menghadirkan para hafizh agar mereka bisa diberi ruang untuk berdzikrullah membaca Al Quran.
19. Muhammadiyah siap turun tapi tanpa bendera sendiri, tapi memakai bendera KOKAM (Komando Kawal Al Maidah). Sudah ada 134 cabang yang konfirmasi.
20. Setiap ormas harus berkontribusi. Contoh A'a Gym bersih-bersih, AQL toilet berjalan.
21. Sudah ada logo baru
22. Aksi ini menyadarkan umat islam akan pentingnya kepemimpinan ulama di negeri ini.
Sumber: Ust. Akib, DPP Hidayatullah.
Jakarta Mediasangmuslim - Ekonom Indonesia, Ichsanuddin Noersy menyatakan reaksi umat Islam untuk melakukan aksi penarikan uang dari perbankan merupakan perkara yang serius dan bisa menjatuhkan rezim yang berkuasa akibat tekanan dan ketidak mampuan mengendalikan resiko ekonomi yang akan terjun bebas.
Untuk itu Ichsanuddin meminta pemerintah bertindak bijaksana dan mampu merangkul umat Islam yang sedang kecewa atas dugaan penistaan agama oleh Gubernur DKI Jakarta Ahok Non Aktif.
“Tentunya Ini sangat berbahaya,Di ingat rupiah akan jatuh sejatuh-jatuhnya dan menimbulkan resiko politik yang paling buruk” kata Noersy saat diskusi publik di kawasan cikini,hari Senin (17/11/16)
Lebih jauh Noersy memaparkan bahwa saat ini terdapat struktur uang yang ada yakni Rp4.576 triliun Rupiah dari jumlah tersebut, ada Rp2.655 triliun Rupiah atau 46 persen merupakan milik orang Muslim (Islam)
Jika saja orang muslim menarik 50 % dari Rp2.655 tersebut,Maka ia memprediksi akan terjadi benturan pada lembaga keuangan negara Indonesia serta Kementerian Ekonomi di dalam negara.
“Puncak dari resiko itu berujung setidaknya pada politik.
Perbankan akan mencari pinjaman dana yang luar biasa,rupiah akan ambruk dan terpuruk”Tuturnya.
Sumber :eramuslim.com
Lautan Putih di Jakarta 4 November 2016
Unjuk Rasa 4 November 2016/ANTARA FOTO
MASSA yang tergabung dalam Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF MUI) melakukan unjuk rasa di Jakarta, Jumat 4 November 2016. Mereka menuntut penutasan kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Basuki Tjahaja Purnama.*
JAKARTA, (PR).- Aksi unjuk rasa yang menuntut penisataan agama yang dilakukan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berlangsung Jumat 4 November 2016 ini di Jakarta. Massa yang berjumlah ribuan orang itu telah memutihkan ibu kota sedari siang tadi dan bergerak dari Masjid Istiqlal menuju Istana Negara.
Sedikitnya 18.000 personel keamanan berjaga-jaga di sekitar lokasi unjuk rasa. Para menteri hingga kapolri bahkan memantau langsung di depan Istana Negara yang berada tepat di depan Monas.
Berikut adalah rekaman kamera yang diabadikan sejumlah fotografer Kantor Berita Antara yang menggambarkan gelombang unjuk rasa itu:
RIBUAN orang berjalan menuju Istana Merdeka di Jalan M.H. Thamrin di Jakarta, Jumat 4 November 2016.
RIBUAN orang memadati kawasan Bundaran Air Mancur Bank Indonesia sebelum menuju ke depan Istana Merdeka di Jakarta, Jumat 4 November 2016.
HELIKOPTER TNI AD terbang di kawasan Silang Monas, Jakarta, Jumat 4 November 2016.
PETUGAS kepolisian berjaga di pintu masuk kompleks perumahan yang ditempati Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok di Kompleks Pantai Mutiara, Jakarta, Jumat 4 November 2016. Pengamanan tersebut terkait unjuk rasa yang menuntut pengusutan kasus dugaan penistaan agama oleh Ahok.