Media Online Mediasangmuslim.com -
Kapolri ini konyol apa gimana,kemarin di TV bilang dah cabut larangan bis yg bawa masa istighosah akbar 2 12??
Kok masih ada Polres telp2 kekantor buat larang bis jalan??
Ada beberapa rekan kasih kabar dijalan bis2 mereka juga di razia...
wkwowkowkowk susah emang orang kalo dijidatnya dah ada stempel munafiq.beberapa armada saya yg bawa jama'ah tetap akan jalan..
kamu mau bakar bis saya dijalan juga silahkan..
saya lebih baik ga punya apa2 dr pada harus jadi musuh Tuhan..
Sebagai bukti bahwa perusahaan ini milik Allah..
bendera perusahaan ini akan berkibar bersama panji2 islam yg terbentang di acara istighosah akbar dimonas, ditengah2 jutaan umat islam yg berdoa dan berharap keselamatan bagi agama dan negara tercinta kita..
Bagi yang tidak berangkat istighosah sebaiknya jangan membenci mencaci dan mencibir yg ikut..
berdoalah agar saudara2 muslim kita yg berangkat diberi keselamatan serta negeri dan keyakinan kita dilindungi oleh Allah..
Yg ikut juga jangan merendahkan yg tidak ikut..
hindari kata2 cacian dan makian kepada siapapun selama disana..
jaga selalu wudhu kalian..
tetap fokus tujuan awal kita utk beristighosah dan berdoa kepada Allah agar semua hajat kita dikabulkan oleh Allah..
Ini adalah bentuk akhlaq yg karim dimata Allah..
Tutur Rain Mahendra Pemilik PO.HARYANTO di jejaring sosial Facebook
Rian Mahendra akan tetap membawa para jemaah dan mujahidin kejakarta walaupun Polisi melakukan suiping kepada Bis-Bis yang akan menuju jakarta dalam rangka membela Agama Jilid III pada 2 Desember 2016 Atau aksi Super Damai 212 ini terbukti bahwa apapun yang terjadi dia akan tetap berangkat ke jakarta.
Berikut Susunan acara istighosah akbar tgl 2 Desember 2016 :
1. Pembukaan jam 8 pagi.
2. Pembacaan Al Quran
3. Pembacaan Tahlil, Tahmid dan Tasbih.
4. Pembacaan zikir lainnya.
5. Pembacaan sholawat Nabi SAW
6. Tausiah para ulama, kyai dan habaib.
7. Sholat Jumat yg akan dipimpin ketua MUI.
8. Acara ditutup dgn masing2 setiap perwakilan GNPF akan menemani para ummat yg akan bubar pulang baik yg ke arah barat, timur, selatan dan utara.
#Allahuakbar
Pejalan Kaki Yang Menyejarah
Mereka mengira aksi ini aksi bayaran.............
Siapa yg sanggup membayar ribuan anak2 muda yg berjalan kaki ratusan kilo?
Kalaulah tidak karena keimanan yg membara, takkan sanggup kaki-kaki itu menapaki ratusan kilo berhari-hari.
Mereka mengira aksi ini akan menyepi dengan ditakut-takuti..........
Justru, jutaan orang semakin bersemangat untuk hadir, banyak yg semula tidak berniat ikut, berbalik ikut aksi 212.
Larangan trayek bus utk aksi 212, disambut ribuan orang yang rela konvoi motor bahkan BERJALAN KAKI.
Mereka tidak pernah tau kedalaman iman yg mampu menggerakkan dan menyatukan hati-hati ummat.
Lihatlah sepanjang perjalanan....
Santri-santri pemberani itu dielu-elukan bak pahlawan yg berangkat jihad, mengulang sejarah pasukan Siliwangi diera penjajahan.
Banyak yg meneteskan air mata melihat aksi santri Ciamis, tidak sedikit yg turut bergabung dlm aksi jalan kaki.
Mereka telah membuat catatan baru dalam sejarah negeri ini dalam menghadapi penista Al-Quran.
Sampai ketemu di Jakarta, dalam aksi 212
#PENAJARAKAN a hog.
SEMARANG Media Online– Kepolisian Daerah Jawa Tengah mengancam akan memberi sanksi kepada para pihak yang memberikan sarana dan fasilitas untuk unjuk rasa di Jakarta pada 2 Desember 2016.
“Berdasarkan info intelijen tetap ada yang berangkat ke Jakarta pada aksi 2 Desember besok,” kata Kapolda Jateng Inspektur Jenderal Condro Kirono, di sela apel konsolidasi mengawal kebinekaan di Lapangan Simpang Lima Semarang, Senin (27/11/2016).
Hadir dalam kesempatan apel itu, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Panglima Kodam IV Diponegoro Mayor Jenderal Jaswandi, Ketua MUI Jawa Tengah Ahmad Daroji, serta prajurit dari berbagai kesatuan.
Condro menegaskan, sanksi akan ditegakkan jika kegiatan unjuk rasa tersebut berujung pada tindak pidana. Jika hal itu terjadi, maka polisi akan menyelidiki siapa yang memberi fasilitas dan dana.
Selain itu, polisi juga mengatur kendaraan angkutan yang dipakai ke Jakarta. Ia mengingatkan pada Organda agar tidak menyalahgunakan trayek dalam memfasilitasi warga ke Jakarta.
“Penggunaan sarana transportasi harus sesuai penggunaan trayek. Organda sudah sosialisasi perpindahan satu tempat ke tempat lain ada trayeknya,” kata dia.
Dalam apel kebinekaan sendiri, Kapolda membacakan maklumat yang berisi empat poin utama. Maklumat itu antara lain, pertama dalam penyampaian pendapat, masyarakat Jateng bertanggung jawab mematuhi hak orang lain, menjaga keutuhan persatuan dan kesatuan bangsa; kedua dilarang membawa senjata api, senjata pemukul, atau yang membahayakan.
Ketiga, pemberian fasilitas sarana dan fasilitas unjuk rasa yang menimbulkan pidana dapat dikenakan sanksi; dan penggunaan sarana transportasi harus sesuai penggunaan trayeknya. | KOMPAS.com