Ro
আজকেও ৩০ জন নিরাপরাধ রোহিঙ্গা মুসলিম কে হত্যা করা হলো মিয়ানমার সেনাবাহিনী অথচ বিশ্ব নিরব ভুমিকা পালন করছে,আর যদি হিন্দু বা খৃষ্টান হতো এতক্ষণে বেহায়া মিডিয়া তোলপার শুরু করে দিতো,এখন কি মানবতার লঙ্ঘন হচ্ছে না,নাকি এরা মানুষ নয়। মুসলমানদের জন্য কি পৃথিবীতে কোন মানব অধিকার নাই..??!
Kabar Online Mediasangmuslim.com - Kabar kembalinya kasus pembunuhan masal secara keji dan tidak berprikemanusiaan kepada umat Islam di Rohingya,Negara bagian Myanmar ramai mencuat di media dan Video Pembakaran dan pembantaian menjadi Viral Di Dunia maya baik youtube,facebook,dan twitter.
Dalam sebuah video yang beredar di youtube terlihat rumah-rumah di Rohingya dihancurkan dan dibakar oleh militer dan penduduk anti-Islam di Kawasan Myanmar.
Banyak Mayat-Mayat dari penduduk muslim Rohingya terlihat bermunculan dari dalam lumpur dan puing bekas pembakaran.
Peristiwa ini memperlihatkan kekerasan yang terus berulang dilakukan militer dan penduduk setempat pada umat Islam Rohingya,Di Myanmar.
Bahkan aksi tersebut dilakukan secara kejam dan di luar batas Prikemanusiaan
Atas kejadian ini Beberapa negara pun memberikan kecaman kepada Negara Myanmar pun bermunculan,Termasuk Negara Indonesia Memberikan kecaman kepada kedubes Myanmar.
Tak terkecuali (PEPIAT) Persatuan Pelajar Islam Asia Tenggara.
'Kami mengecam keras peristiwa yang terjadi atas genosida Rohingya,kami meminta Presiden Jokowi dodo sebagai Presiden Republik Indonesia untuk tegas pada Negara Myanmar dan Kedubes Myanmar'
Presiden Jokowi bisa usir Langsung Duta Besar Myanmar untuk Indonesia, dan juga meminta agar Myanmar dikeluarkan dari ASEAN
” Tutur Puji Hartoyo Abubakar Pimpinan (PEPIAT )Persatuan Pelajar Islam Asia Tenggara,Presiden PEPIAT dalam sebuah keterangan persnya kepada media hari Senin(21/11/2016).
Menurut laporan pemerintah Bangladesh, setidaknya puluhan ribu warga muslim Rohingya banyak yg menyeberang ke Bangladesh dari perbatasan Myanmar, Mereka berusaha melarikan diri dari militer Myanmar yang melakukan Pembantaian kepada muslim Rohingya.
Adapun pendiri Fortify Rights di Bangkok, Matthew Smith mengatakan,Pemerintah negara Myanmar terus-menerus menyangkal kalau mereka telah melakukan pelanggaran HAM Hak Asasi Manusia yang sangat berat terhadap kelompok minoritas muslim Rohingya di Myanmar.
"Jika pelanggaran Hak Asasi Manusia ( HAM )dilakukan oleh pemerintah maka setiap orang di negara tersebut seharusnya mulai memperhatikan hal ini" katanya seperti dilansir CNN,Jumat 18 November 2016.
Hal senada juga dikatakan oleh Petinggi PEPIAT, pemerintah Myanmar dikatakannya telah melakukan pelanggaran berat atas kesengajaan kasus pembunuhan dan pengusiran umat Islam Rohingya yang terus menerus.
”Sulit menutupi peristiwa demi peristiwa kasus Rohingya yang terjadi saat ini.
Dunia Pun menyoroti hal ini,media dan teknologi informasi bisa melacak kekejian itu semua,Tutur Hartoyo Mantan Ketua Umum PB HMI tersebut.
PEPIAT pun mengancam akan membuat koalisi internasional untuk melaporkan peristiwa Rohingya ke Mahkamah Pidana Internasional.
Sumber:
[voa-moeslim.com]
[voa-islam.com]
Perdesaan di Rohingya 'hancur' Oleh Rentara Budha di Myanmar
Myanmar Rohingya Mediasangmuslim.com - Sebuah operasi keamanan di Maungdaw,negara bagian Rakhine, diluncurkan pada awal Oktober dan berlanjut hingga hari ini
Lebih dari 1.200 rumah telah diratakan di desa-desa yang dihuni oleh Muslim Rohingya minoritas di Myanmar dalam enam minggu terakhir, Human Rights Watch mengatakan.
Kelompok ini telah merilis batch gambar satelit baru yang dikatakan menunjukkan 820 struktur hancur antara 10-18 November.
militer sedang melakukan operasi keamanan di Rakhine namun pemerintah membantah itu meratakan rumah dan membumi hanguskan rumah di sana.
Rohingya adalah salah satu kelompok minoritas paling teraniaya di dunia.
dan Dunia Pun Seolah-Olah Bungkam Akan Hal ini.
Mediasangmuslim.com tidak dapat secara independen memverifikasi tingkat kerusakan di desa-desa Rohingya karena pemerintah telah memblokir wartawan internasional dari mengunjungi daerah daerah tersebut,dan puluhan ribu orang telah melarikan diri.
Tapi seorang koresponden mediasangmuslim.com di perbatasan Bangladesh-Myanmar telah berbicara kepada mediasangmuslim.com dengan melarikan diri,Dia menggambarkan apa yang terjadi di Rohingya di daerah Rakhine utara nampak seperti neraka di muka bumi"neraka di bumi".
Pemerintah Myanmar, yang juga dikenal sebagai Burma, mengatakan bahwa Rohingya membakar rumah mereka sendiri untuk menarik perhatian internasional.
Human Rights Watch sebelumnya diidentifikasi 430 bangunan hancur di tiga desa dari gambar satelit yang dirilis pada 13 November kemarin.
Juru bicara presiden Zaw Htay menuduh kelompok berlebihan dalam menanggapi laporan tersebut.
Kami punya kesempatan untuk berbicara dengan setidaknya dengan lima keluarga yang berhasil melarikan diri dari rumah mereka di Myanmar untuk berlindung di Bangladesh,bergabung dengan lebih dari 500.000 Muslim Rohingya yang sudah tinggal di sini,Untuk Mendapatkan Perlindungan.
Mereka berbicara dengan mengatakan bahwa militer Burma membakar rumah-rumah para Muslim di Rohingya,mereka melakukan penyiksaan dan perempuan diperkosa dan di aniaya,Bahkan mereka membantai dengan sadis.
Mereka pun menggambarkan apa yang telah terjadi di negara tersebut di daerah bagian Rakhine utara selama sebulan terakhir "mereka membakar semua yang muslim Rohingya".
Sementara itu untuk Pengalihan dunia militer Myanmar meluncurkan operasi anti-pemberontakan,untuk menangkap para muslim Rohingya yang melarikan diri,dan mereka mengatakan mereka sedang dalam misi Oprasi Bersih tanpa pandang bulu.
Mereka mengatakan bahwa mereka juga mendukung menghukum para pelaku serangan terhadap polisi yang berada di perbatasan,tapi muslim Rohingya tidak bersalah menjadi sasaran Pembantaian sebagai bagian dari tindakan keras saat ini.
Apa yang terjadi di negara bagian Rakhine?
Sebuah operasi keamanan besar-besaran diluncurkan bulan lalu setelah sembilan polisi tewas dalam serangan terkoordinasi di pos perbatasan di Maungdaw.
Beberapa pejabat pemerintah menyalahkan kelompok Rohingya militan untuk menyerang.
Pasukan keamanan kemudian menutup akses ke kabupaten Maungdaw dan melancarkan operasi kontra-pemberontakan.
aktivis Rohingya mengatakan lebih dari 100 orang telah tewas dan ratusan ditangkap dan di hukum untuk mengambil tindakan keras.
Tentara Myanmar juga telah dituduh melakukan pelanggaran hak asasi manusia yang serius oleh beberapa negara muslim,mereka melakukan pelanggaran keras termasuk penyiksaan, pemerkosaan dan eksekusi,yang pemerintah tersebut telah tegas membantah.
Apa yang terjadi di Rohingya?
Estimasi satu juta muslim Rohingya dilihat oleh mayoritas Budha Rakhine sebagai migran ilegal dari Bangladesh. Mereka yang tidak mendapatkan kewarganegaraan oleh pemerintah tersebut,meskipun mereka sudah lama tinggal di sana selama beberapa generasi.
Kekerasan komunal di negara bagian Rakhine pada tahun 2012 menyebabkan sejumlah orang tewas dan menelantarkan lebih dari 100.000 orang, dengan banyak muslim Rohingya masih tersisa di kamp-kamp jompo.
Mereka menghadapi diskriminasi dan perlakuan tidak menyenangkan dan mendapatkan siksaan dan pemerkosaan dan eksekusi masal.
Apakah pemerintah Myanmar harus disalahkan?
Siapa yang menyalahkan Myanmar?
Bagaimana masyarakat internasional bereaksi?