SURAT TERBUKA UNTUK PANGLIMA TNI: JENDERAL GATOT NURMAYANTO.
HAL: BANTUAN TRANSPORTASI BELA ISLAM 212
Yang terhormat Jenderal Gatot,
Berdasarkan laporan dari berbagai daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur, yang mengatakan bahwa para peserta Aksi Bela Islam 212 dihambat dalam proses mendapatkan sarana transportasi bus, maka dengan ini saya memohon dengan sangat agar Panglima dapat mengerahkan armada transportasi milik TNI untuk mereka.
** Bahwa sesungguhnya sebagai warga negara mereka berhak untuk bepergian ke bagian manapun di wilayah Republik ini, tanpa boleh dihambat oleh pihak manapun.
** Bahwa negara memiliki fasilitas yang dapat membantu mereka untuk menghadiri Aksi Bela Islam 212 di Jakarta.
Oleh sebab itu saya memohon agar Panglima dapat mengizinkan penggunaan sarana transportasi yang dimiliki oleh militer: bus, truck, kapal perang dan pesawat Hercules untuk mengantarkan mereka dari daerah menuju ibukota.
TNI berasal dari rakyat, berjuang bersama rakyat, dan ada untuk kepentingan rakyat Indonesia.
Terima kasih dan salam hormat.
Jakarta, 25 November 2016
Dra. Karimah Muhammad, Apt.
Alumni ITB
Bagi yg peduli tlg Bantu sebar 🙏🏼🙏🏼
Jakarta Mediasangmuslim.com - Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mahfudz Sidik menegaskan, masyarakat tidak perlu khawatir dengan adanya isu yang menyebutkan bahwa (TNI) Tentara Nasional Indonesia akan digerakkan oleh presiden untuk berhadap-hadapan dengan rakyat Pada Aksi 25 November 2016 Nanti.
Hal itu dikatakannya menanggapi persepsi yang berkembang terkait safari Presiden Jokowi ke lembaga pertahanan dan keamanan pasca aksi bela Islam 4/11/16. Dan untuk menghadapi aksi lanjutan pada 25 November 2016 nanti.
Menurut mantan Ketua Komisi I DPR ini, TNI berasal dari rakyat dan merupakan garda terdepan dalam pengamanan negara. Serta menjadi alat negara dalam situasi yang mengancam NKRI.
Secara otomatis TNI tidak peduli siapapun jika memang ada yang mengancam NKRI. TNI,Tutur Mahfudz, akan bergerak cepat untuk mengamankan Negara.
“Doktrin yang tertanam dalam setiap prajurit TNI itu,NKRI harga mati.
Dia menjadi garda terdepan dalam mempertahankan negara.
Pemerintahan hanyalah bagian dari sebuah negara,” ujar Mahfudz di Jakarta, Minggu (13/11/16).
Loyalitas TNI dalam konteksnya kepada presiden sebagai panglima tertinggi TNI adalah selama tidak membahayakan negara. Jadi rakyat tidak perlu khawatir jika ada pihak yang seolah-olah dapat memanfaatkan TNI.imbuhnya.
Lebih lanjut,Anggota komisi IV DPR ini mengaku banyak mendengar pertanyaan masyarakat akan sikap langkah presiden yang membingungkan Tersebut.
Dalam pernyataannya di hadapan para ulama dan tokoh ormas Islam,presiden selalu mengatakan tidak akan mengintervensi kasus hukum terhadap pelaku dugaan penista agama,yakni Ahok. Tapi disatu sisi,banyak tindakannya yang bisa ditafsirkan sedang unjuk kekuatan. Seperti menyambangi Brimob,marinir,Kopassus dan lain-lain yang justru terlihat seperti ingin “menakut-nakuti Dan Menunjukan" kepada rakyat.
Belum lagi beberapa aktivis mahasiswa dan tokoh politik yang mulai disasar oleh aparat keamanan.
Hal ini tindakan politik yang aneh dan akan menimbulkan banyak pertanyaan dan banyak konflik di Masyarakat akan menilai pernyataan presiden tidak akan melindungi Ahok tidak tulus, karena dibarengi dengan isyarat unjuk kekuatan,” imbuhnya.
“TNI dengan semua unsurnya dalam UU sebagai alat pertahanan negara yang Berasal Dari Masyarakat.
Jadi, tidak mungkin seorang presiden sekalipun boleh menggerakkan TNI untuk berhadapan dengan rakyat demi membela seorang Ahok yang menistakan Agama islam.
Ahok bukan negara Bahkan presiden pun secara personal juga bukan negara,” Tutur mahfudz.
Dia pun heran dengan sikap presiden Jokowi dalam menanggapi kasus penghinaan terhadap kitab suci Al-Quran tersebut seolah olah dia melindungi Ahok Sebab, yang dipahami masyarakat adalah Ahok sebagai pemilik masalah,Arogan namun justru Jokowi yang terlihat sibuk Mundar Mandir di kalangan Ulama,Dan Tentara semacam Polisi dan TNI,Sebelum Ke Sarang TNI Jokowi Pun Datang Mengunjungi MANGKO BRIMOB untuk menyatakan Bahwa Dia Adalah Panglima Tertinggi.
”Masyarakat yang cerdas akhirnya menduga-duga Tentang Sikap Jokowi ada kaitan apa Ahok dengan Jokowi?...
Maka muncul lah dugaan kalau Ahok diproses hukum yang ketiban pulung,” Tutur Mahfudz.
Mahfudz menambahkan, berbagai langkah Jokowi itu pun malah semakin memperlihatkan bahwa ada gejala dan gelagat yang tidak beres di pemerintahan yang Di Pimpinnya.
“Ini tanda-tanda abuse of power.
Yaitu ketika presiden menggunakan berbagai instrumen kekuasaan untuk mengamankan satu perkara yang bukan agenda nasional dan bukan untuk kemaslahatan negara pungkasnya.
Ia pun mengingatkan, bahwa Presiden memang lah Panglima tertinggi tetapi loyalitas TNI hanya kepada Negara bukan Presiden.
“Jika presiden tidak diingatkan maka sangat mungkin yang akan marah bukan saja kalangan ummat Islam,tapi akan melebar ke kalangan aktivis pro-demokrasi yang akan menimbulkan Kudeta Tandas Mahfudz.
Presiden Joko Widodo (baris depan, kanan) didampingi Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo (kedua kanan), KSAL Laksamana TNI Ade Supandi (ketiga kiri) berdiskusi dengan Komandan Korps Marinir TNI Mayjen TNI (Mar) R.M. Trusono (tengah) saat upacara pengarahan kepada pasukan Marinir di Lapangan Utama Markas Korps Marinir, Cilandak, Jakarta Selatan, Jumat (11/11).
Presiden menegaskan loyalitas Korps Marinir TNI Angkatan Laut kepada negara dan rakyat, setia pada Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika sudah tak perlu diragukan lagi.
mediasangmuslim.com Jakarta - Presiden Joko Widodo atau yang akrab di panggil dengan sebutan jokowi bersama Sekretariat Kabinet Pramono Anung menyambangi Mako Brimob,Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.
Di sana, pria yang karib disapa Jokowi itu langsung memimpin apel sekitar kurang lebih 4.000 anggota brimob.
Menurut dia, kedatangannya untuk melihat langsung kesiapan pasukan pemukul terdepan Polri itu.
"Jajaran Koprs Brimob adalah satuan-satuan yang bisa menghadapi hal-hal berkaitan dengan penjinakkan bom, berkaitan dengan sar, berkaitan dengan perang hutan, yang berkaitan dengan gerilya anti gerilya, semua ada di sini siap," kata Jokowi usai mengecek kesiapan pasukan di sana, Jumat(11/11).
Dia menambahkan, semoga dengan kesiapan ini bisa menambah rasa aman masyarakat agar tidak panik akan adanya gangguan dari internal maupun eksternal.
"Bisa mengayomi mayarakat, bisa melindungi masyarakat, sehingga rasa aman ada di masyarakat kita,"
imbuh politikus dari PDIP itu.
Di lokasi, dia bahka disambut layaknya seorang pahlawan Negara yang datang dari medan Perang.
Diiringi nyanyian, Jokowi diangkat oleh anggota brimob berbadan tegap dan gagah.
Tampak Kapolri Jenderal Tito Karnavian bersama jajarannya menyanyikan lagu seraya mengepalkan tangan saat mengangkat tubuh kecil Jokowi.
(elf/JPG)
Sumber :mediankri.net