-->

Ukhti Bersikap Tegas Lah Terhadap Kaum Adam

Bismillah..
Wanita yang berusaha Menjaga, Menundukkan Pandangannya, dikatakan sok Alim. Sok suci.
Sok jadi Ustadzah.
Laa Ba'sa Ukhtyfillah.

Bersikap Tegaslah terhadap Laki-laki yang bukan Mahram-mu.
Jangan terlalu berlemah-lembut. Mendayu-dayukan suaramu. Karena fitnah itu datangnya dari arah mana saja.

Gadhul Bashar itu Indah

Tundukkanlah Pandanganmu, Bukan terhadap mereka  Iaki-laki yang sudah ngaji saja (Ikhwa).
Tundukkanlah pandanganmu, Jagalah Sikapmu, Jagalah Akhlakmu, Jagalah Identitasmu.
Jagalah Pandanganmu😞 di dunia maya sebagaimana engkau menjaga pandanganmu di dunia nyata.
Jagalah Akhlakmu di dunia maya, sebagaimana engkau menjaga Akhlakmu di dunia nyata terhadap lawan jenismu.
Jagalah Identitasmu sebagai Muslimah.

ALLAH MAHA MELIHAT.

Tundukkanlah Pandanganmu, terhadap mereka semua laki-laki yang bukan Mahram-mu.

TAKUTLAH KEPADA ALLAH.!!!!
🙂🙂🙂😌🍁
MUHASABAH DIRI

KAMU AKHWAT SALAFIYAH ATAU 'SELFIE-YAH

📲 *KAMU AKHWAT SALAFIYAH ATAU 'SELFIE-YAH'...?!*

📷 *AKIBAT SALAH KAPRAH TENTANG FOTO AKHWAT DI MEDSOS*

➡ Sebagian Ikhwan dan Akhwat yang sudah ngaji mengira bahwa seorang wanita apabila telah menutup auratnya, terlebih telah bercadar boleh kemudian difoto, baik difoto sendiri (selfie) atau orang lain, lalu kemudian diunggah ke internet dan media-media sosial seperti Facebook dan Twitter, atau dijadikan foto profil BBM, WA dan lain-lain.

Ini adalah kesalahan besar karena wanita adalah aurat dan fitnah (godaan) yang muncul darinya bagi laki-laki sangat besar, walau dimaklumi bahwa foto wanita yang tidak menutup aurat pada umumnya lebih besar godaannya, tetapi bukan berarti foto wanita yang sudah menutup aurat tidak lagi menggoda kaum lelaki, bahkan bagi sebagian lelaki (yang di hatinya ada penyakit syahwat), wanita yang menutup aurat malah lebih menggoda, lebih membuat penasaran...!

Dan sungguh sangat ironis sekali, ketika seseorang dinasihati agar tidak melakukannya maka ia berkata: Banyak Ikhwan dan Akhwat "Salafi" atau "bermanhaj salaf" yang melakukannya. Padahal dalil adalah Al-Qur'an dan As-Sunnah dengan pemahaman Salaf. Bukan pemahaman atau selera sendiri.

Adapula yang beralasan untuk dakwah atau syiar Islam, padahal dakwah dan syiar haruslah bersesuaian dengan dalil syar'i bukan malah menyelisihinya.

➡ *Saudaraku rahimakumullaah, perhatikanlah ayat yang mulia berikut ini,*

قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ

“Katakanlah kepada kaum laki-laki yang beriman: Hendaklah mereka menahan sebagian pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” [An-Nur: 30]

Ayat yang mulia ini memerintahkan untuk menahan pandangan dari wanita yang tidak halal, perhatikanlah dengan baik apakah ayat ini bersifat umum, atau memberi pengkhususan bahwa apabila wanita sudah menutup aurat boleh dipandang…?!

Jelas, ayat tersebut berlaku umum, mencakup semua wanita, kecuali yang dikhususkan dalam kondisi hajat atau darurat seperti melihat untuk keperluan pernikahan, menjadi saksi, pengobatan dan lain-lain, dibolehkan sebatas keperluan dan tidak disertai syahwat.

➡ *Perhatikan juga sabda Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam,*

إِنَّ الْمَرْأَةَ تُقْبِلُ فِى صُورَةِ شَيْطَانٍ وَتُدْبِرُ فِى صُورَةِ شَيْطَانٍ فَإِذَا أَبْصَرَ أَحَدُكُمُ امْرَأَةً فَلْيَأْتِ أَهْلَهُ فَإِنَّ ذَلِكَ يَرُدُّ مَا فِى نَفْسِهِ

“Sesungguhnya wanita itu datang dalam rupa setan dan pergi dalam rupa setan, maka apabila seorang dari kalian melihat wanita, hendaklah ia mendatangi istrinya, karena dengan begitu akan menentramkan gejolak syahwat di jiwanya.” [HR. Muslim dari Jabir radhiyallahu’anhu]

Apakah Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam mengatakan bahwa wanita yang membuka aurat datang dalam rupa setan dan wanita yang sudah menutup aurat datang dalam rupa malaikat…?!

Tidak, beliau hanya mengatakan wanita, maka berlaku umum, apakah yang sudah menutup aurat atau belum, hukumnya sama saja, tidak boleh dilihat tanpa alasan yang dibenarkan syari’at.

➡ Oleh karena itu Al-Imam An-Nawawi rahimahullah berkata,

قال العلماء معناه الاشارة إلى الهوى والدعاء إلى الفتنة بها لما جعله الله تعالى في نفوس الرجال من الميل إلى النساء والالتذاذ بنظرهن وما يتعلق بهن فهي شبيهة بالشيطان في دعائه إلى الشر بوسوسته وتزيينه له ويستنبط من هذا أنه ينبغى لها أن لا تخرج بين الرجال الا لضرورة وأنه ينبغى للرجل الغض عن ثيابها والاعراض عنها مطلقا

“Ulama berkata, makna hadits ini adalah peringatan dari hawa nafsu dan (bahaya) ajakan kepada fitnah (godaan) wanita, karena Allah telah menjadikan di hati-hati kaum lelaki adanya kecenderungan terhadap para wanita dan merasa nikmat ketika memandang mereka dan apa yang terkait dengan mereka, maka wanita menyerupai setan dari sisi ajakannya kepada kejelekan dengan bisikannya dan tipuannya.

Dan dapat diambil kesimpulan hukum dari hadits ini bahwa tidak boleh bagi wanita untuk keluar di antara kaum lelaki kecuali karena satu alasan darurat (sangat mendesak), dan hendaklah kaum lelaki menundukkan pandangan; tidak boleh melihat pakaiannya dan hendaklah berpaling darinya secara mutlak.” [Syarhu Muslim, 9/178]

📋 *Perhatikanlah beberapa poin penjelasan Al-Imam An-Nawawi rahimahullah di atas;*

1. Beliau rahimahullah berkata, “Makna hadits ini adalah peringatan dari hawa nafsu dan (bahaya) ajakan kepada fitnah (godaan) wanita”, maka hadits yang mulia ini menjelaskan tentang fitnah wanita secara umum, tidak khusus yang membuka aurat, walau dimaklumi pada umumnya yang membuka aurat lebih besar fitnahnya, tetapi tidak berarti yang menutup aurat tidak ada fitnahnya sama sekali.

2. Beliau rahimahullah berkata, “Karena Allah telah menjadikan di hati-hati kaum lelaki adanya kecenderungan terhadap para wanita dan merasa nikmat ketika memandang mereka dan apa yang terkait dengan mereka”, apakah ‘kecenderungan’ atau ‘kecondongan’ laki-laki hanya kepada wanita yang membuka aurat atau kepada semua wanita termasuk yang menutup aurat…?! Bahkan sebagian laki-laki, lebih cenderung (menyukai) kepada wanita yang telah menutup aurat.

3. Beliau rahimahullah berkata, “Wanita menyerupai setan dari sisi ajakannya kepada kejelekan dengan bisikannya dan tipuannya”, apakah yang sanggup menjerumuskan kaum lelaki dalam hubungan terlarang hanya wanita yang membuka aurat ataukah semua wanita termasuk yang sudah menutup aurat bahkan yang sudah bersuami mungkin untuk melakukannya…?!

4. Beliau rahimahullah berkata, “Dan dapat diambil kesimpulan hukum dari hadits ini bahwa tidak boleh bagi wanita untuk keluar di antara kaum lelaki kecuali karena satu alasan darurat (sangat mendesak)”, ucapan beliau ini juga umum, mencakup wanita yang sudah menutup aurat, apalagi yang tidak menutup aurat.

5. Beliau rahimahullah berkata, “Dan hendaklah kaum lelaki menundukkan pandangan; tidak boleh melihat pakaiannya”, inilah ucapan beliau yang paling jelas menunjukkan bahwa wanita tidak boleh dilihat tanpa alasan yang dibenarkan syari’at walau sudah menutup aurat, berdasarkan hadits yang mulia di atas. Dan apabila telapak kakinya dan pakaiannya tidak boleh dilihat, apalagi wajahnya.

6. Beliau rahimahullah berkata, “Dan hendaklah berpaling darinya secara mutlak”, mutlak artinya umum, tidak boleh sama sekali melihatnya, kecuali dengan alasan yang sesuai syari’at seperti untuk pernikahan, persaksian di pengadilan dan lain-lain...

💻 Baca Selengkapnya:

https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/799265396889611:0

http://sofyanruray.info/salah-kaprah-tentang-foto-akhwat-di-medsos/

════ ❁✿❁ ════

➡ *Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama Markaz Ta'awun Dakwah dan Bimbingan Islam* ⤵

📮 Join Telegram: http://goo.gl/6bYB1k
📲 Gabung Group WA: 08111377787
🌍 Fb: www.fb.com/taawundakwah
🌐 Web: www.taawundakwah.com
📱 Android: http://bit.ly/1FDlcQo
🎬 Youtube: Ta’awun Dakwah
📒 #Muslimah_Shalihah

Pacaran Saat Puasa

PACARAN SAAT PUASA

10 Kegiatan Bareng Pacar yang Nggak Bikin Puasa Batal
http://www.mediasangmuslim.com/2017/05/pacaran-saat-puasa.html

1. Buat Pacaran Gaya Baru. Biasanya dalam satu hari kamu bisa tiga kali ketemu, maka saat bulan puasa coba deh menahan diri kamu. Nggak lama kok, kamu hanya butuh waktu bersabar selama satu bulan. Tentukan kapan waktu kamu ketemuan.

2. Nah, selama nggak ketemu pacar, ada baiknya kalian buat perjanjian diawal kapan waktunya berkomunikasi lewat telepon, video call, dan sebagainya. Yup, cara ini tentunya dapat menghindari kamu dari pegang-pegangan tangan yang bisa membatalkan puasa.

3. Jangan cuma berdua, saat kencan ada baiknya kamu juga ajak adik atau sahabat-sahabat kamu. Jika takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, maka ada baiknya saat waktu bertemu tiba kamu ngajak adik, atau sahabat-sahabat kamu untuk ngumpul bareng. Selain bisa mengobati rasa kangen sama pacar, cara ini juga dapat membuat hubunganmu dengan para sahabat semakin berkualitas.

4. Pakailah pakaian yang sopan. Jangan mancing-mancing pacar kamu dengan berpakaian yang terlalu minim alias seksi. Saat si pacar ngajak ketemuan kamu juga nggak perlu menggunakan makeup yang terlalu tebal, kalau perlu saat si dia datang ke rumah, kamu bisa tampil dengan menggunakan hijab.

5. Jangan pergi ke tempat yang sepi. Hmmm, meskipun dia atau kamu memiliki keimanan yang tebal, tapi ada baiknya kalian berdua tetap menghindari pergi ke tempat-tempat yang sepi, dingin, atau tempat-tempat yang memberikan suasana romantis.

6. Boleh pergi berdua, asalll… Kamu perginya ke tempat-tempat yang ramai alias banyak orang. Tempat-tempat seperti toko buku, tentunya akan lebih bermanfaat buat kalian berdua. Selain bisa menghilangkan rasa kangen, pergi ke toko buku juga bisa menambah wawasan kalian.

7. Masak bareng pacar. Nah, ini mungkin menjadi salah satu kegiatan yang paling asyik yang bisa kamu lakukan saat bulan puasa. Minggu ini kamu bisa masak di rumah si dia, minggu berikutnya kamu bisa masak di rumah si pacar. Ya, daripada bete nunggu restoran yang penuh, belum lagi macet, jadi masak bareng pacar bisa menjadi pilihan yang menyenangkan nih.

8. Ajak orangtua kencan bareng. Maksudnya? Ya, saat kamu ngapel ke rumah si dia, ada baiknya jika kamu datangnya pas ada orangtuanya. Jangan cuma ngobrol sama anaknya, kamu juga harus mendekatkan diri dengan orangtuanya, kan?

9. Ikut pengajian anak muda. Saat bulan puasa nggak ada salahnya kamu ajak si pacar untuk berlomba mencari pahala. Supaya kegiatan mengaji jadi lebih seru dan tidak membosankan, kamu bisa bergabung dengan pengajian yang isinya anak-anak muda semua.

10. Ajak si dia tarawih bareng. Nggak harus di masjid dekat rumahnya atau rumah kamu, kalian berdua juga bisa tarawih di masjid yang berbeda-beda setiap minggunya. Tentunya kegiatan bareng pacar yang satu ini bikin kamu lebih semangat beribadah.

Pacaran Saat Puasa

Bulan Ramadhan adalah bulan yang amat suci dan amat sakral. Sudah kita ketahui bersama bahwa puasa bukanlah hanya menahan lapar dan dahaga saja. Kita punya kewajiban pula untuk meninggalkan maksiat. Namun demikianlah sudah jadi hal yang wajar di tengah-tengah pemuda, terlebih dahulu memadu kasih sebelum menikah. Harus saling mengenal satu dan lainnya sebelum menaruh pilihan untuk menikah. Aktivitas pacaran ini lebih hangat lagi kita temui di bulan Ramadhan, apalagi menjelang waktu berbuka. Sambil menunggu berbuka ‘ngabu burit’, kita akan saksikan di berbagai rumah makan masing-masing dengan pasangannya.

Bahaya Pacaran

Pacaran tidaklah lepas dari zina mata, zina tangan, zina kaki dan zina hati. Dari Abu Hurairah, Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Setiap anak Adam telah ditakdirkan bagian untuk berzina dan ini suatu yang pasti terjadi, tidak bisa tidak. Zina kedua mata adalah dengan melihat. Zina kedua telinga dengan mendengar. Zina lisan adalah dengan berbicara. Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh). Zina kaki adalah dengan melangkah. Zina hati adalah dengan menginginkan dan berangan-angan. Lalu kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mengingkari yang demikian.” (HR. Muslim no. 6925)

Sms-an dengan kekasih dan berdua-duan ini adalah bentuk kholwath (campur baur dengan lawan jenis) yang terlarang. Walaupun tidak terjadi pertemuan langsung, tetap sms-an dengan lawan jenis dinilai sebagai bentuk semi kholwath. Hal ini terlarang berdasarkan sabda Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam,

“Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita kecuali jika bersama mahromnya.” (HR. Bukhari no. 5233)

Kenapa sampai aktivitas-aktivitas di atas terlarang padahal tidak sampai melakukan zina atau hubungan intim layaknya suami-istri? Jawabannya, karena Allah dan Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam tahu yang terbaik bagi hamba-Nya. Sehingga segala hal yang akan mengantarkan pada yang haram pun terlarang. Oleh karenanya, segala hal yang mengantarkan pada zina, jadi terlarang. Allah Ta’ala berfirman,

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.”(QS. Al Isro’: 32). Dalam Tafsir Jalalain dikatakan bahwa larangan dalam ayat ini lebih keras daripada perkataan ‘Janganlah melakukannya’. Artinya bahwa jika kita mendekati zina saja tidak boleh, apalagi sampai melakukan zina, jelas-jelas lebih terlarang. Asy Syaukani dalam Fathul Qodir mengatakan, ”Apabila perantara kepada sesuatu saja dilarang, tentu saja tujuannya juga haram dilihat dari maksud pembicaraan.”

Maksiat Saat Puasa

Jika sudah jelas bahwa aktivitas pacaran, berdua-duan, dan jalan-jalan dengan lawan jenis itu terlarang, maka tentu saja hal tersebut dapat merusak puasa. Karena puasa tentu saja harus meninggalkan maksiat. Orang yang bermaksiat saat puasa bisa membuat pahala puasanya yang amat besar hilang atau tidak mendapatkan sama sekali.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta malah mengamalkannya, maka Allah tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang dia tahan.” (HR. Bukhari no. 1903).

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Puasa bukanlah hanya menahan makan dan minum saja. Akan tetapi, puasa adalah dengan menahan diri dari perkataan sia-sia dan kata-kata kotor.” (HR. Ibnu Khuzaimah 3: 242. Al A’zhomi mengatakan bahwa sanad hadits tersebut shahih)

Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu berkata, “Seandainya engkau berpuasa maka hendaknya pendengaran, penglihatan dan lisanmu turut berpuasa, yaitu menahan diri dari dusta dan segala perbuatan haram serta janganlah engkau menyakiti tetanggamu. Bersikap tenang dan berwibawalah di hari puasamu. Janganlah kamu jadikan hari puasamu dan hari tidak berpuasamu sama saja.” (Latho’if Al Ma’arif, 277).

Mala ‘Ali Al Qori rahimahullah berkata, “Ketika berpuasa begitu keras larangan untuk bermaksiat. Orang yang berpuasa namun melakukan maksiat sama halnya dengan orang yang berhaji lalu bermaksiat, yaitu pahala pokoknya tidak batal, hanya kesempurnaan pahala yang tidak ia peroleh. Orang yang berpuasa namun bermaksiat akan mendapatkan ganjaran puasa sekaligus dosa karena maksiat yang ia lakukan.” (Mirqotul Mafatih Syarh Misykatul Mashobih, 6/308).
Al Baydhowi rahimahullah mengatakan, “Ibadah puasa bukanlah hanya menahan diri dari lapar dan dahaga saja. Bahkan seseorang yang menjalankan puasa hendaklah mengekang berbagai syahwat dan mengajak jiwa pada kebaikan. Jika tidak demikian, sungguh Allah tidak akan melihat amalannya, dalam artian tidak akan menerimanya.” (Fathul Bari, 4/117).

Penjelasan di atas menunjukkan sia-sianya puasa orang yang bermaksiat, termasuk dalam hal ini adalah orang yang berpuasa namun berpacaran. Oleh karenanya, bulan puasa semestinya bisa dijadikan moment untuk memperbaiki diri. Bulan Ramadhan ini seharusnya dimanfaatkan untuk menjadikan diri menjadi lebih baik. Ingatlah sebagaimana kata ulama salaf, “Tanda diterimanya suatu amalan adalah kebaikan membuahkan kebaikan.”

Tempuh Jalan Halal

Saran kami, tempuhlah jalan yang halal. Mengenal pasangan tidak mesti lewat pacaran. Ada jalur halal yang telah digariskan Islam tanpa mesti lewat pacaran, lewat ta’aruf sesaat, lalu putuskan atau tidak untuk menikah dengan lawan jenis tersebut. Jadi waktu mengenal dan menikah tidaklah lama, juga niatannya adalah untuk serius ingin membina rumah tangga bersama. Perlu Anda tahu bahwa pacaran yang lebih menyenangkan adalah nanti setelah nikah. Solusi untuk saat ini adalah bersabar dan bersabar jika memang belum siap untuk menikah. Setiap orang pasti menemui waktu tersebut.
Moga di bulan penuh barokah ini, kita diberi taufik oleh Allah untuk semakin taat pada-Nya. Wallahu waliyyut taufiq.

Hukum Pacaran Ketika Puasa

Apakah pacaran membatalkan puasa?
Jawaban:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,

Ramadhan adalah bulan yang mulia. Namun mulianya ramadhan tidak diimbangi dengan sikap kaum muslimin untuk memuliakannya. Banyak diantara mereka yang menodai kesucian ramadhan dengan melakukan berbagai macam dosa dan maksiat. Pantas saja, jika banyak orang yang berpuasa di bulan ramadhan, namun puasanya tidak menghasilkan pahala. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Betapa banyak orang yang berpuasa, namun yang dia dapatkan dari puasanya hanya lapar dan dahaga.” (HR. Ahmad 8856, Ibn Hibban 3481, Ibnu Khuzaimah 1997 dan sanadnya dishahihkan Al-A’zami).

Salah satu diantara sebabnya adalah mereka berpuasa, namun masih rajin berbuat maksiat. Keterangan selengkapnya bisa anda pelajari di: Puasa Tanpa Pahala
Pacaran adalah Zina

Pacaran tidaklah lepas dari zina mata, zina tangan, zina kaki dan zina hati. Dari Abu Hurairah, Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Setiap anak Adam telah ditakdirkan mendapat bagian untuk berzina dan ini suatu yang pasti terjadi, tidak bisa dielakkan. Zina kedua mata adalah dengan melihat. Zina kedua telinga dengan mendengar. Zina lisan adalah dengan berbicara. Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh). Zina kaki adalah dengan melangkah. Zina hati adalah dengan menginginkan dan berangan-angan. Lalu kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mengingkari yang demikian.” (HR. Muslim no. 6925)

Semua anggota badan berpotensi untuk melakukan semua bentuk zina di atas. Mengantarkan kemaluan untuk melakukan zina yang sesungguhnya. Karena itulah, Allah melarang mendekati perbuatan ini dengan menjauhi semua sebab yang akan mengantarkannya. Allah berfirman,

“Janganlah kalian mendekati zina, karena zina adalah perbuatan keji dan jalan yang buruk.” (QS. Al-Isra: 32)
Maksiat Saat Puasa

Memahami hal ini, maka sejatinya pacaran adalah perbuatan maksiat. Sementara maksiat yang dilakukan seseorang, bisa menghapus pahala amal shaleh yang pernah dia kerjakan, tak terkecuali puasa yang sedang dijalani. Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta malah mengamalkannya, maka Allah tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang dia tahan.” (HR. Bukhari no. 1903).

Mengingat betapa bahayanya dosa bagi orang yang berpuasa, sejak masa silam para ulama telah menasehatkan agar kaum muslimin serius dalam menjalan puasa, dengan berusaha mengekang diri dari maksiat.

Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu berkata, “Ketika engkau berpuasa maka hendaknya pendengaran, penglihatan dan lisanmu turut berpuasa, yaitu menahan diri dari dusta dan segala perbuatan haram serta janganlah engkau menyakiti tetanggamu. Bersikap tenang dan berwibawa di hari puasamu. Janganlah kamu jadikan hari puasamu dan hari tidak berpuasamu sama saja.” (Latho’if Al Ma’arif, 277).

Al-Baydhowi rahimahullah mengatakan, “Ibadah puasa bukanlah hanya menahan diri dari lapar dan dahaga saja. Bahkan seseorang yang menjalankan puasa hendaklah mengekang berbagai syahwat dan mengajak jiwa pada kebaikan. Jika tidak demikian, sungguh Allah tidak akan melihat amalannya, dalam artian tidak akan menerimanya.” (Fathul Bari, 4/117).

Bahaya besar bisa mengancam mereka yang pacaran ketika puasa ramadhan. Bisa jadi puasanya tidak diterima di sisi Allah. Karena itu, segera hentikan kegiatan pacaran anda, dan ambil jalur yang dihalalkan, yaitu menikah.

Semoga Allah memudahkan kita untuk meniti jalan kebenaran.

Wallahu waliyyut taufiq.

Cara Cara Pacaran yang Aman Saat Bulan Puasa

Sebentar lagi bulan puasa akan datang. Umat Muslim ditantang untuk mengalahkan hawa nafsu selama bulan suci ini berlangsung. Gak cuma menahan lapar dan haus saja, hasrat untuk berhubungan dekat dengan lawan jenis juga harus diatur sedemikian rupa.

Kamu punya pacar dan bingung gimana harus bersikap menyambut puasa nanti? Kali ini Hipwee akan memberikan cara untuk kencan dengan “aman” selama bulan puasa berlangsung. Hubungan dengan pacar jalan terus, tapi puasa tetap lancar. Gak ada yang harus dikorbankan dan semua orang bisa senang, deh.

1. Buat Perjanjian Di Awal

Menjelang Ramadhan, ada baiknya kamu dan pasangan menentukan bersama bagaimana sebaiknya rutinitas pacaran kalian berjalan. Yakinkan bahwa memang ada komitmen dari kamu dan dia untuk lebih menjaga diri. Mengubah gaya pacaran itu nggak mudah bila keinginannya tidak datang dari kedua belah pihak.

Tentukan bersama kebiasaan apa yang harus dikurangi atau dihilangkan sama sekali selama puasa. Supaya perjanjian ini benar-benar bisa dilaksanakan, kamu dan dia juga bisa membuat sistem reward and punishment. Kalau salah satu melanggar perjanjian, harus gak ketemuan 3 hari berturut-turut misalnya.

2. Lewat Pesan Singkat Aja Cukup

Kalau biasanya kamu dan dia ketemuan saat sarapan, makan siang dan makan malam (ini pacaran apa jadwal antar katering, ya?) selama bulan puasa kamu harus belajar mencukupkan diri lewat perbincangan virtual. Yoi, menahan diri untuk gak ketemuan langsung akan mengurangi kemungkinan kalian lupa membatasi kontak fisik.

Biar gak kelepasan gandengan tangan pas jalan berdua, batasi komunikasimu dan pasangan lewat hubungan tanpa tatap muka. Kalau emang gak tahan kalau gak ketemu, atur waktu ketemuannya habis buka aja deh selama sebulan. Tahan kan buat gak ketemuan lebih dari 12 jam sehari?

3. Ajak Temanmu yang Jomblo Saat Kalian Kencan

Demi mengurangi intensitas berduaan tapi gak membuat kamu dan dia dilanda rindu, coba deh kencan beramai-ramai. Ketika mau pergi, jangan ragu mengajak teman-teman kalian yang masih jomblo. Kalau perlu ajak dia yang paling konyol dan heboh sehingga mengalihkan perhatianmu dan pasangan pada kelucuannya. Intinya, jangan cuma mengajak mereka yang sama-sama udah punya pasangan.

Selain lebih asyik, pergi beramai-ramai dengan teman yang jomblo bisa memberikan distraksi pada kamu dan pasangan. Kamu gak akan tergoda untuk manja-manjaan sama pacarmu. Malu kan dilihatin mereka? Lagian ngobrol bareng sambil nunggu buka juga udah cukup seru kok.

4. Jangan Ke Bioskop atau Ke Kafe yang Sepi

Hindari tempat gelap, dingin dan sepi. Bukannya mau meragukan keimanan dan kemampuanmu menahan diri, tapi secara reflek seseorang akan lebih mudah melakukan kontak fisik dengan pasangannya ketika dihadapkan pada 3 kondisi diatas.

Kalau kamu dan dia mau pergi berduaan di jam-jam puasa, carilah tempat yang relatif minim godaan. Pergilah ke toko buku yang terang benderang, atau coba pergi ke kebun binatang dimana banyak anak kecil berkeliaran. Carilah tempat yang akan membuat kalian rikuh kalau terlihat mesra di depan orang.

5. Masak Bareng

Ini nih salah satu cara yang bisa digunakan untuk membuat kencanmu selama bulan puasa lebih bermakna. Karena dari sahur sampai menjelang buka bisa menahan diri untuk nggak ketemuan atau mengeluarkan kata-kata yang mengundang, hadiahi dirimu dan pasangan dengan kebersamaan unik di dapur.

Kapan lagi guys, bisa nemu alasan yang tepat untuk bawa pacar ke rumah dan masak bareng selain pas bulan puasa? Daripada kamu dan dia harus ikutan waiting list di restoran mending akali kegiatan kencan kalian dengan agenda masak bareng untuk buka puasa. Selain bisa mendekatkan, masak bareng juga bisa membuatmu lebih mengenal pasangan lewat kegiatan yang gak mainstream.

6. Kencan Di Rumah Pas Ada Orang Tua

Masih takut kebablasan ngelendot manja ke pacar? Kalau memang gak yakin bisa menahan diri, bertemulah dengan pacarmu di rumah pas ada orang tua. Gak mungkin kan mereka membiarkan anaknya mesra-mesraan sama pacarnya di depan mata? Pas bulan puasa lagi. Kalau bukan bulan puasa aja kamu ketahuan mesra berlebihan pasti kena omel, kok.

Selama bulan puasa gak ada salahnya menjadikan rumah sebagai alternatif tempat pertemuanmu dan pacar. Di rumah kamu dan dia akan mau nggak mau terpaksa menyesuaikan diri. Terkadang ketakutan dan rasa nggak enak sama (yang diharapkan) jadi calon mertua memang melebihi rasa takut pada Tuhan. Ini juga bisa jadi momentum bagus untuk mengenalkan pasanganmu ke keluarga.

7. Cari Pengajian Anak Muda yang Bisa Didatangi Bersama

Ingin menjadikan ramadhan-mu lebih bermakna bersama pasangan? Coba deh cari kegiatan bersama yang bisa memperluas wacana agama kalian. Saat bulan puasa biasanya banyak tempat mengadakan pengajian yang bisa didatangi oleh siapa saja. Gak cuma di masjid aja. Bahkan ikatan mahasiswa Muslim kampus dan pusat perbelanjaan juga sering mengadakan agenda semacam ini.

Daripada jalan-jalan muterin mall sambil menahan lapar, mending ikutan acara macam ini. Pengajian macam ini dijamin aman, karena pihak penyelenggara akan memisahkan tempat bagi pengunjung lelaki dan wanita. Selain itu pemahamanmu sama agama juga pastinya bisa bertambah kalau mau ikutan kegiatan ini.

8. Safari Tarawih Ke Masjid yang Dekat Tempat Makan Enak

Memindahkan waktu bertemu ke jam sholat tarawih bisa jadi strategi yang cukup oke untuk dicoba. Kalian sudah buka puasa, jadi gak harus takut lagi kebablasan saat berduaan. Tapi bukan berarti kamu dan dia bisa bebas mau ngapain aja, bro ini di masjid bro! Mau ngapain coba? Malu-maluin aja kalau mau aneh-aneh.

Biar gak bosen, kamu dan dia bisa berganti-ganti masjid. Putusin aja malam itu kalian mau makan apa. Pilih masjid yang dekat dengan restoran yang ingin kalian kunjungi malam itu. Nggak ada lagi alasan buat malas solat tarawih. Ada pacar yang nemenin, ada makanan enak yang menanti disantap selepas tarawih.

9. Hindari Ikut Sahur On The Road Dengan Menggunakan Kendaraan yang Sama

Kok nggak boleh sahur bareng? Kan sahur on the road itu kegiatan sosial, bukannya pahalanya dilipat gandakan pas Ramadhan? Tenang, tenang. Hipwee punya alasan kenapa gak menyarankan kamu dan pasangan untuk ikutan SoTR berduaan.

Kegiatan SoTR yang diadakan malam buta, dingin dan membuatkalian berkeliling untuk membagikan nasi bungkus memperbesar kemungkinan kalian melakukan kontak fisik yang gak seharusnya. Apalagi kalau kamu dan dia ada di kendaraan yang sama. Kalau memang kalian ada kegiatan SoTR mending pisah kendaraan aja deh sama temen masing-masing. Masih ada hari esok kok buat ketemuan.

10. Sibukkan Diri Kalian Dengan Kegiatan Ibadah

Satu cara jitu untuk mengalihkan perhatian dan membuat diri tetap ingat untuk menjaga batasan antar muhrim adalah dengan memperbanyak ibadah. Dengan semakin meningkatkan kualitas ibadah, akan ada alarm alami dalam dirimu jika kamu dan pasangan berniat macam-macam. Walau gak ada yang ngingetin kamu akan malu dan merasa berdosa sendiri jika tidak memanfaatkan Ramadhan dengan baik.

Tambah kuantitas tadarus dan tingkatkan kualitas sholatmu dengan melakukan sholat sunnah. Dengan meningkatkan kualitas ibadahmu secara otomatis adab bergaulmu dengan pacar juga akan terjaga.

11. Lakukan Hobi Kalian Bersama

Biar kamu dan dia gak tergoda melakukan hal-hal yang beresiko membatalkan puasa, kalian bisa mengakalinya dengan melakukan hobi masing-masing saat bertemu. Kadang bingung kan harus ngapain kalau ketemuan sama pacar pas puasa? Makan gak bisa, manja-manjaan juga takut batal.

Bawa deh hal yang bisa membuatmu sibuk. Kalau kamu suka baca, bawa buku yang akan membuatmu terhanyut dengan ceritanya. Lebih asyik kalau kamu dan pacar punya hobi yang sama. Waktu menjelang buka puasa bisa kamu manfaatkan untuk menggiati hobi.

12. Masih Takut? Dihalalin Aja Bro, Nikahin!

Kamu masih khawatir gak bisa fokus ibadah karena ada pasangan yang masih belum halal mendampingi beribadah siang-malam? Tapi juga udah cinta mati dan enggan putus dari dia? Ada satu cara lagi yang dijamin tokcer: NIKAHIN.

Tipe-tipe pacaran saat puasa

selama bulan ramadhan ini gue bakal ngeposting di siang hari, karna kalo malem gue tarawih jadi ga bisa ngeposting :)
btw kali ini kita bakal ngomongin tipe pacaran saat puasa, biasanya orang yang udah bokinan itu bakal ngerubah tipe pacaran mereka dari yang "mesum" menjadi "semi-mesum" karna ini bulan ramadhan langsung deh pada sok-sok alim, sok-sok bersih pacarannya...
kayak gue dulu waktu sama pacar gue, waktu itu gue kelas 2 SMA, pas ramadhan karna gue tipe cowok kotor (sering guling-gulingan di lumpur lapindo) gue tiba-tiba langsung terketuk hatinya untuk menjadi cowok soleh, dan gaya pacaran gue itu juga berubah, yang tadinya sering pelukan jadi suka nyuruh pacar solat, yang tadinya sering ciuman pas ramadhan gue nyium tembok, yaa berubah banget deh gaya pacaran gue..
dan gue bakal ngasih tau kalian tipe-tipe pacaran saat puasa..

1. PACUR (PACaran sahUR)
yap pacaran dengan tpe kayak begini berarti dia adalah pacaran yang sehat, mereka cuman pacaran pas sahur, jadi pas imsak mereka langsung misah walaupun ada adegan romantis sebelum detik-detik imsak menghampiri..
tapi ada negative juga dari pacaran tipe ini, karna keasikan pacaran pas sahur dan baru selesai pacaran pas imsak, mereka bakal keinget kalo mereka lupa makan pas sahur.
tapi logikanya bener juga sih, kita pasti lupa makan kalo lagi pacaran, makanya setiap orang gendut pacaran pasti beberapa bulan kemudian dia bakal kurus, bukan karna aborsi.

2. PACUDISAWIH (PAcaran CUma DI SAat taraWIH)
ini nih pacaran yang mantep, jadi mereka tarawih bareng-bareng di satu masjid.....inget tuh satu masjid bukan satu shaf !!
selesai tarawih langsung pacaran, biar lebih romantis mereka nyewa anak-anak kecil buat ngelemparin petasan kearah kalian, alhasil pulang-pulang tangan udah buntung.
seumur-umur gue belum pernah tarawih bareng pacar, semoga di tahun 2079 gue bisa ngajak pacar gue tarawih bareng.

3. PASBUK (PAcaran Saat BUKa)
ketika adzan maghrib berkumandang, dan udah baca doa buka puasa tipe pacaran kayak gini ga langsung makan melainkan langsung meluncur kerumah gebetan, dan yang pasti makannya di rumah gebetan juga #mentalcowokmurahan
pas nyampe rumah gebetan langsung makan, dan pas makan mereka juga berbincang-bincang sampe nasi yang udah ada didalem mulut itu bisa kecipratan ke muka gebetan mereka, semakin banyak nasi yang terciprat, semakin romantis hal-hal yang mereka omongin.

4. PARIT (PAcaran ngabubuRIT)
jadi tipe pacaran kayak gini bisa kalian liat sekitar jam 4 sore lah karna pengen ngabuburit nunggu buka puasa, kebanyakan pacaran ngabuburit ini lebih kreatif karna untuk menunggu buka puasa mereka bikin kesibukan gitu, misalkan mereka sibuk ngorek tanah buat boker..
atau mungkin nyari kesibukan ngejailin mantan mereka, dan PARIT ini adalah tipe gue waktu pacaran dulu, waktu itu gue sama pacar gue suka bikin kesibukan ngelemparin petasan ke arah orang, yaa walaupun akhirnya di telanjangin warga...

5.  PAJELRAN (PAcaran menJELang lebaRAN)
tipe pacaran kayak gini biasanya mereka yang punya hati yang kuat, yang rela ga pacaran selama ramadhan dan bakal pacaran pas menjelang lebaran, walaupun pas ramadhan mereka pasti lagi smsan atau telponan sama selingkuhan #eaaa
tapi tipe pacaran ini keren loh, jadi pas besok mau lebaran mereka langsung ketemuan dan maaf-maafan..
walaupun kadang maaf-maafannya kayak gini "sayang maafin aku ya, selama ramadhan kemaren aku balikan sama mantan aku" mendengarnya saja sudah seperti disunat untuk kedua kalinya.

yaap itu adalah tipe-tipe orang pacaran disaat ramadhan, yang mana kah tipe kalian ?
Afwan udah ngebaca postingan untuk kali ini..

Zaman aneh dan prilaku Aneh

*Sungguh... Zaman yang Aneh..!!*
(Yukk di Simak..)
.
Zaman dimana, Cewe gigi dipagar,
Dada diumbar2, Paha Berkibar2,
Giliran di godain bilangnya..
"Tolong ya Mas, kalau punya Mata
Dijaga.."
.
HEY.. JANGAN SALAHKAN KEADAAN. !!
.
Lelaki ngajak Nikah Dipersulit, Lelaki
ngajak Pacaran diturutin, giliran
disakitin Bilangnya..
"Semua Lelaki Sama.."
.
Lelaki sholeh ditolak, Lelaki Aneh
Diterima giliran Dikhianatin bilangnya..
"Semua Lelaki Jahat.."
.
Di ajak ngaji ogah ogahan, diajak
Maksiat Mau Mau Aje giliran Hilang
Kehormatan bilangnya..
"Hidup Ini ga Adil.."
.
Di Ajak Berhijab banyak Alasan,
Diajak pakai Baju Seksi Ikut ikutan giliran, ada Pemerkosaan Bilangnya
"Semua Lelaki Busuk.."
.
Jangan dikit-dikit nyalahkan Keadaan..
Coba INTROSPEKSI Dirimu itu..
Jangan2 itu karena Kelalaian mu
sendiri..
.
Ingat pesan Bang Napi :
"Kejahatan Bukan Hanya karena Niat tapi Karna Ada Kesempatan..''
.
Ketika ada wanita yang memakai hijab secara sempurna, anda bilang sebagai teroris..
Bolehkah kami bilang

makna kehidupan

[Makna hidup dalam al-qur'an]

Pemahaman inti tentang makna hidup menurut Al Quran.

1. Hidup Adalah Ibadah Pada intinya, arti hidup dalam Islam ialah ibadah. Keberadaan kita dunia ini tiada lain hanyalah untuk beribadah kepada Allah. Makna ibadah yang dimaksud tentu saja pengertian ibadah yang benar, bukan berarti hanya shalat, puasa, zakat, dan haji saja, tetapi ibadah dalam setiap aspek kehidupan kita,lahiriah dan bathiniah.

Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman : “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.” (QS Adz Dzaariyaat:56)

2. Hidup Adalah Ujian.

Allah berfirman dalam QS Al Mulk [67] : 2 : ”(ALLAH) yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya, dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.”

Allah akan menguji manusia melalui hal-hal sebagai berikut sesuai dengan QS Al Baqarah [2]:155-156, yaitu : “dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah- buahan, dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”.”

3. Kehidupan di Akhirat Lebih Baik dibanding Kehidupan di Dunia.

Dalam QS Ali ‘Imran [3]:14 Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman : “ dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita- wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang- binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah- lah tempat kembali yang baik (surga).“

Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman dalam QS Adh Dhuha [93]:4 : “dan sesungguhnya hari kemudian (akhirat) itu lebih baik bagimu daripada yang sekarang (permulaan).”

4.Hidup Adalah Sementara.

Dalam QS Al Mu’min [40]:39, Allah berfirman : “Hai kaumku, sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan (sementara) dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal.“

Dalam QS Al Anbiyaa [21]:35,Allah Azza wa Jalla berfirman :
“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar- benarnya) dan hanya kepada Kami-lah kamu dikembalikan.“

Agar Hidup Lebih Bermakna Setelah kita memahami makna hidup, maka langkah selanjutnya ialah menyelaraskan hidup dengan makna hidup tersebut. Inilah yang akan menjadikan hidup kita lebih bermakna. Jika kita salah memaknai hidup, maka apa makna yang bisa kita dapatkan dari hidup ini?

Menyelaraskan hidup dengan makna hidup diatas diantaranya dengan cara :

1. Jika hidup itu adalah ibadah, maka pastikan semua aktivitas kita adalah ibadah. Caranya ialah :

A. selalu meniatkan aktivitas kita untuk ibadah serta memperbaharuinya setiap saat karena bisa berubah.

B. pastikan apa yang kita lakukan sesuai dengan tuntunan (ibadah mahdhah) dan tidak dilarang oleh syariat (ghair mahdhah).

2. Jika hidup itu adalah ujian, maka tidak ada cara lain menyelaraskan hidup kita, yaitu menjalani hidup dengan penuh kesabaran dan sll bersyukur pada-Nya..

3. Jika kehidupan akhirat itu lebih baik, maka kita harus memprioritaskan kehidupan akhirat. Bukan berarti meninggalkan kehidupan dunia, tetapi menjadikan kehidupan dunia sebagai bekal menuju akhirat.

4. Jika hidup ini adalah sementara, maka perlu kesungguhan (ihsan) dalam beramal. Tidak ada lagi santai, mengandai-ngandai, panjang angan- angan apalagi malas karena kita hidup ini tidak selamanya.

Intinya,Bergeraklah sekarang, bertindaklah sekarang, dan berlomba-lombalah dalam kebaikan.^_^

Seungguhnya, apa yang ada dalam Al Quran, tidak diragukan kebenarannya, jika ada kesalahan itu datang dari kesalahan saya pribadi. Mudah-mudahan usaha kita memahami makna hidup menjadikan hidup kita lebih bermakna.

Semoga memahami makna yg ada dgn hikmah yg baik dihati.

Barakallahu^_^

GABUNG YUK di FP Apple ada banyak kata HIKMAH, RENUNGAN dan MOTIVASI

Bagikan tausiyah ini kepada teman-temanmu dengan meng-klik 'bagikan'/'reshare' dan undang temen2mu gabung dg klik ‘Invite Your Friends’...

Custamer Care :081211909138